Papua selalu memukau dengan keindahan alamnya, dan salah satu permata tersembunyi terletak di Pegunungan Arfak, Papua Barat, yakni dua danau yang penuh misteri dan keindahan—Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gida. Kedua danau ini bukan hanya memiliki pesona visual yang memikat, tetapi juga menyimpan legenda yang hidup di tengah masyarakat setempat.
Danau Anggi Giji dan Anggi Gida bukan hanya sekadar destinasi wisata alam, tetapi juga sebuah warisan budaya yang kaya akan legenda dan mitos. Kisah-kisah mistis yang mengiringi keindahan kedua danau ini menjadi daya tarik tersendiri, menjadikannya salah satu destinasi wajib bagi para pencinta alam dan penjelajah yang ingin merasakan keindahan alam Papua yang masih alami dan penuh misteri.
Menurut kisah masyarakat Arfak, Danau Anggi Giji dan Anggi Gida berasal dari sepasang anak manusia yang hidup di Pegunungan Arfak. Cinta mereka begitu kuat hingga abadi dalam bentuk dua danau besar. Masyarakat setempat mempercayai bahwa danau tersebut dihuni oleh sepasang naga—Anggi Giji, sang naga jantan, dan Anggi Gida, sang naga betina. Sehingga, Danau Anggi Giji disebut sebagai "danau laki-laki," sementara Danau Anggi Gida dikenal sebagai "danau perempuan."
Legenda lain menyebutkan bahwa danau ini terbentuk dari kisah dua pemburu yang putus asa karena tak menemukan buruan. Mereka bertemu dengan ular besar yang ternyata hewan keramat. Ketika mencoba membunuhnya, ular tersebut tak pernah mati, bahkan setelah dipotong berkali-kali. Mendung gelap dan petir yang menyambar memaksa mereka lari, hingga akhirnya terpisah di dua arah berbeda. Di tempat mereka meninggal, air menggenang dan membentuk dua danau: Anggi Giji dan Anggi Gida.
Danau Anggi Giji dan Anggi Gida memiliki keunikan masing-masing yang menambah daya tarik mereka. Danau Anggi Giji, dengan airnya yang berwarna hitam pekat dari dekat, tampak biru dari kejauhan. Pasir cokelat di sekitarnya membuatnya semakin terlihat gagah, layaknya karakter laki-laki yang keras dan tegas. Danau ini terletak di wilayah Distrik Anggi, Sururey, dan Teige.
Sementara itu, Danau Anggi Gida memancarkan pesona feminin dengan air yang bergradasi dari biru muda hingga toska, ditambah pasir putih yang menghiasi beberapa sudut pantainya. Danau ini terletak di Distrik Anggi Gida dan sering digambarkan sebagai representasi kelembutan dan keindahan seorang wanita.
Kedua danau ini dipisahkan oleh sebuah bukit memanjang dengan jarak sekitar 3,8 km. Keindahan alam yang kontras antara keduanya semakin mengukuhkan pesona alam Papua Barat.
Danau Anggi Giji, dengan panjang maksimum 7,7 km dan lebar 5,3 km, terletak pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut. Danau ini merupakan bagian dari Cagar Alam Pegunungan Arfak yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kehutanan No. 783/Kpts-II/1992 pada 11 Agustus 1992. Cagar alam ini mencakup luas 68.325 hektare, dengan ketinggian mulai dari 15 meter hingga 2.940 meter di atas permukaan laut.
Cagar Alam Pegunungan Arfak sendiri, terkenal karena keanekaragaman hayatinya yang luar biasa dan tingginya tingkat endemisme. Meskipun demikian, banyak bagian dari kawasan ini yang masih menjadi misteri karena belum sepenuhnya dieksplorasi, menyimpan potensi alam yang tak terhitung.
Penulis: Fasilitator Distrik Anggi dan Distrik Sururey
Editor : Nasru