Oleh Maslan Adam, Fasilitator Pengembangan Ekonomi TEKAD Halmahera Barat
Slogan “Membangun dari Pinggiran” mencerminkan upaya mengubah paradigma pembangunan Indonesia yang dulunya cenderung sentralistik dan Jawa-sentris. Kini, melalui Undang-Undang Desa, upaya ini diarahkan untuk mengembangkan desa-desa sebagai motor penggerak ekonomi nasional.
Salah satu program yang mendukung visi besar ini adalah Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD). Di Kabupaten Halmahera Barat, Desa Akejailolo di Kecamatan Jailolo Selatan menjadi salah satu penerima manfaat Program TEKAD tahap II pada tahun 2023. Desa ini dihuni oleh 552 jiwa dalam 160 keluarga dan dikenal sebagai penghasil popeda—produk olahan dari pohon sagu dan singkong, yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat.
Popeda bukan sekadar makanan, tetapi juga sumber kehidupan bagi warga Akejailolo. Dengan usaha ini, banyak anak desa yang dapat bersekolah, rumah-rumah dibangun, dan beberapa warga berhasil menjadi anggota Polri.
"Dengan usaha popeda, sudah banyak warga yang bisa menyekolahkan anak-anak mereka dan membangun rumah," ujar Kepala Desa Akejailolo, Suwandi H. Sake.
Pada akhir Juni lalu, saya bersama Kepala Desa Suwandi dan Kader Desa Akejailolo, Dirna Husain, mengunjungi langsung proses pembuatan popeda. Di sana, kami melihat para pekerja perempuan yang tekun memotong, memarut, dan memeras daging pohon sagu sebelum diproses menjadi popeda yang siap dijual. Dalam 4-5 hari, satu kelompok tani mampu memproduksi 70-80 kantong popeda dengan berat masing-masing 15 kg. Hasil penjualan ini mencapai Rp8.800.000 per periode produksi, dengan biaya operasional sekitar Rp1.340.000.Kepala Desa Suwandi menambahkan bahwa usaha popeda ini sangat menguntungkan.
Bahan baku tersedia melimpah, pemasaran mudah, dan pengembalian modal cepat. Untuk meningkatkan skala produksi, diperlukan inovasi berupa peralatan penyaringan yang lebih besar, yang diharapkan dapat mendorong peningkatan volume produksi hingga 100 kantong popeda per 4-5 hari.
Selain popeda, Akejailolo juga memiliki tambak potensial untuk budidaya ikan atau udang, peluang bisnis yang strategis karena pasarnya selalu tersedia. Kami berharap, potensi ekonomi ini dapat dikembangkan melalui Dana Investasi Kompetitif dan Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD). Semoga langkah ini menjadi stimulus bagi kemajuan ekonomi Desa Akejailolo.