Oleh : Rizky Juni Fitrio (Fasilitator Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat)
Hasil proses identifikasi yang dilakukan oleh Fasilitator Kecamatan bersama Kader Desa, Desa Tacici salah satu desa di Kecamatan Sahu memiliki potensi dan produk unggulan desa yang dapat dikembangkan, potensi yang ada di bidang pertanian yaitu produksi kelapa, pala dan kacang tanah. Untuk komoditas kelapa, seorang petani kelapa di Desa Tacici rata-rata memiliki lahan seluas 5 hektar, bisa memproduksi sampai dengan 1 ton setiap panen, dengan frekuensi panen 4 kali dalam setahun dengan jarak antar panen sekitar 3 bulan. Kelapa-kelapa hasil panen tersebut akan diolah menjadi kopra untuk selanjutnya dijual ke tengkulak. Dari data yang di dapat, dalam satu tahun petani kelapa di Desa Tacici bisa memproduksi hingga 300 ton.
Desa Tacici merupakan salah satu desa di Kecamatan Sahu yang ditetapkan menjadi desa sasaran Program TEKAD pada tahun 2023 yang lalu bersamaan dengan 64 desa lain dari 7 kecamatan se Kabupaten Halmahera Barat. Desa ini terletak di arah utara Jailolo dan berbatasan langsung dengan desa Worat-worat dan Desa Taraudu. Dengan luas wilayah sekitar 40.000 km², Desa Tacici memiliki jumlah penduduk sekitar 270 jiwa. Mayoritas penduduk bekerja sebagai Petani dengan komoditas kelapa, pala dan kacang tanah, namun ada juga beberapa masyarakat yang beternak sapi.
Selain kelapa, juga ada komoditas pala dengan frekuensi panen sebanyak 5 kali dalam setahun dengan jarak antar panen 2-3 bulan. Setiap panen, seorang petani pala di Desa Tacici bisa memproduksi sampai dengan 20 kg dalam 1 hektar lahan. Dalam waktu satu tahun para petani pala di Desa Tacici mampu memproduksi sebanyak 7,5 ton buah pala. Sedangkan untuk produksi kacang tanah di Desa Tacici , hasil produksinya masih terbilang kecil. Sehingga hasil panen kacang tanah hanya untuk dikonsumsi sendiri atau di jual dalam jumlah yang relatif sedikit dilingkungan sekitar desa saja.
Tak dapat dipungkiri, sampai dengan saat ini beberapa petani di Desa Tacici memiliki ketergantungan kepada Tengkulak dalam proses pemasarannya. Produkpun dibeli dengan harga yang relatif lebih rendah dari harga pasar. Menjual kepada tengkulak seolah menjadi pil pahit yang harus ditelan petani untuk meminimalisir ongkos penjualan yang dapat berakibat mengurangi keuntungan dimana kendala yang dihadapi petani adalah jarak tempuh dan sarana angkutan yang belum memadai untuk menjual sendiri hasil panennya ke pasar.
Desa Tacici sebenarnya telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), yaitu BUMDesa Bersehati. BUMDesa Bersehati sendiri telah terbentuk sejak tahun 2017. Pada tahun 2019, BUMDesa Bersehati memulai unit usaha dibidang Sarana Air Bersih. Unit usaha sarana air bersih yang dikelola oleh BUMDesa Bersehati telah mengalirkan air bersih ke rumah-rumah masyarakat, tidak hanya masyarakat Desa Tacici saja tetapi juga mengalir hingga ke rumah masyarakat desa tetangga yaitu Worat-worat dan Desa Taraudu. Setiap rumah yang menikmati fasilitas sarana air bersih tersebut, dikenakan iuran bulanan, untuk warga Desa Tacici sendiri di pungut sebesar 25 ribu rupiah setiap kepala keluarga, dan untuk warga desa tetangga di pungut 30 ribu rupiah setiap kepala keluarga. Iuran tersebut dipungut setiap bulan oleh petugas yang ditunjuk BUMDesa, untuk selanjutnya dimasukkan ke kas BUMDesa. Dari iuran tersebut selain masuk ke kas BUMDesa, juga dipergunakan untuk biaya operasional dan pemeliharaan terutama bila ada kerusakan-kerusakan pada pipa distribusi sarana air bersih tersebut.
Dengan hadirnya Program TEKAD, diharapkan dapat memecah kebuntuan dalam alur distribusi produksi pertanian di Desa Tacici, Yakni dengan memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) yang diharapkan bisa menjadi solusi dalam memaksimalkan kesejahteraan petani. BUMDesa juga diharapakan dapat menampung hasil panen petani dengan harga yang relatif lebih tinggi dari tengkulak. Karena BUMDesa juga memiliki peranan dan tanggungjawab dalam pengembangan potensi dan usaha yang dimiliki masyarakat, bukan hanya mencari keuntungan semata.
Terkait dengan pembelian hasil panen pertanian masyarakat, BUMDesa Bersehati telah memulai untuk mengembangkan unit usahanya terutama dibidang jual beli hasil panen masyarakat. BUMDesa Bersehati telah membeli hasil panen kelapa dan pala dari masyarakat. Harapannya ke depan, dengan hadirnya BUMDesa dengan Unit jual beli hasil panen masyarakat akan dapat memutus praktek jual beli dengan Tengkulak yang cenderung merugikan Petani. Petani bisa berkebun dengan tenang, karena ada kepastian bahwa hasil panennya akan dibeli oleh BUMDesa dengan harga yang menguntungkan. Bila ada pembeli dari luar desa termasuk tengkulak yang ingin membeli hasil panen masyarakat, mereka tidak bisa langsung membeli ke petani tetapi harus melalui BUMDesa. Secara tidak langsung disini BUMDesa juga berperan dalam menjaga stabilitas harga hasil produksi. Selain itu, BUMDesa sendiri juga harus mampu melakukan ekspansi pasar dan mendistribusikan hasil produksi masyarakat.
Walaupun BUMDesa saat ini belum cukup berdaya untuk membeli semua hasil panen masyarakat, dikarenakan alokasi modal unit usaha jual beli masih terbatas. Akan tetapi, Pemerintahan Desa melalui Kepala Desa Tacici Bapak Yohendra Molle telah berkomitmen untuk meningkatkan jumlah penyertaan modal BUMDesa Bersehati dalam penganggaran Dana Desa Tahun 2025. Sehingga nantinya BUMDesa memiliki kemampuan untuk menampung semua hasil produksi masyarakat dan prektek jual beli dengan tengkulak benar-benar bisa dihentikan. Hal ini akan berjalan seiring dengan adanya fasilitasi dan pendampingan dari Program Tekad, harapannya kedepan BUMDesa Bersehati dapat lebih berkembang unit usahanya dan bisa memberi manfaat yang maksimal dalam transformasi ekonomi masyarakat desa.
Selain potensi-potensi yang telah dipaparkan diatas, Desa Tacici ternyata juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa agrowisata, khususnya agrowisata petik buah-buahan. Berdasarkan hasil identifikasi potensi desa yang dilakukan Fasilitator Kecamatan Program TEKAD, terkonfirmasi bahwa Desa Tacici merupakan salah satu desa penghasil buah-buahan di kabupaten Halmahera Barat seperti rambutan, duku, durian, langsat & manggis. Hanya saja selama ini, hasil produksi tanaman buah-buahan dari Desa Tacici belum dimaksimalkan bahkan terabaikan akibat rendahnya nilai jual dipasar, apalagi harga disaat musim panen. Sehingga masyarakat cenderung tidak memandang hal ini sebagai potensi yang dapat dikembangkan untuk peningkatan perekonomian di desa.
Agrowisata yang bisa dikembangkan di Desa Tacici, dapat dimulai dengan konsep yang sederhana, seperti wisata petik buah rambutan, duku, durian, dan manggis. Pengunjung cukup membayar tiket masuk dan bisa memetik buah-buahan sepuasnya untuk dimakan ditempat. Bila pengunjung mau membawa pulang, buah-buahan tersebut bisa dijual dengan harga yang terjangkau. Selain itu juga dikembangkan wisata edukasi seperti cara menanam, perawatan dan pemupukannya. Pihak pengelola sebaiknya juga menyiapkan bibit, sehingga bila ada pengunjung yang mau membeli bibit buah-buahan telah tersedia. Dengan berjalannya agrowisata ini, tentu mendatangkan pemasukan bagi BUMDesa yang nantinya juga akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes).
Agrowisata ini nantinya dapat dikelola oleh BUMDesa. Bila memadai BUMDesa bisa menyiapkan lahan sendiri. Tetapi bila belum ada lahan khusus, BUMDesa dapat memanfaatkan kebun buah milik masyarakat dengan kesepakatan sewa lahan atau bagi hasil. Potensi yang dimiliki Desa Tacici khususnya pengembangan menjadi desa agrowisata, bukanlah suatu misi yang mudah untuk di capai. Perlu kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari tahap perencanaan sampai dengan pengelolaan harus dikerjakan dengan baik dan terarah. Pemerintah Desa harus mampu mengelaborasi konsep agrowisata yang akan digagas kepada semua pihak yang akan terlibat didalamnya. Dalam tatanan ini Program Tekad nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memberikan pendampingan dan fasilitasi secara inklusi melalui Fasilitator Kecamatan dan Kader Desa.
Pada saat ini program Tekad khususnya di Desa Tacici belum memasuki tahap pelaksanaan dan penerimaan bantuan, Program Tekad di Desa Tacici baru memasuki tahap perencanaan. Dimana pada tahapan ini Fasilitator Kecamatan bersama dengan Kader Desa terfokus pada proses identifikasi potensi dan produk unggulan yang dapat dikembangkan didesa. Pada proses ini akan dilaksanakan beberapa rangkaian kegiatan, seperti fasilitasi pelaksanaan kegiatan P3EK dan pendampingan proses revitalisasi BUMDesa. Selain itu juga Fasilitator Kecamatan bersama Kader Desa secara intensif selalu berkoordinasi dengan Pemerintahan Desa untuk mempersiapkan semua piranti yang diperlukan dalam pelaksanaan program, seperti verifikasi masyarakat penerima manfaat, penyiapan lahan yang akan digunakan untuk Demonstration Plot (Demplot), serta penyiapan kelompok masyarakat penerima bantuan yang berperan sebagai pelaku program Tekad ini di tingkat desa.
Melihat banyaknya potensi dan produk unggulan yang ada di desa, seperti halnya potensi yang ada di Desa Tacici. Harusnya dapat menciptakan peluang-peluang bagi masyarakat desa untuk meningkatkan perekonomiannya. Kehadiran program Tekad di desa diharapkan dapat menjadi stimulan bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada didesanya sehingga berjalan secara berkelanjutan. Ditambah lagi dengan adanya usaha mandiri di desa yang dikelola melalui BUMDes, harapannya kehidupan masyarakat didesa juga dapat meningkat dan sejahtera. Sehingga desa-desa yang awalnya masuk dalam kategori desa tertinggal,dan desa berkembang dapat beralih statusnya menjadi desa maju bahkan bisa menjadi desa mandiri. (fsz-ed)