Penulis :
Halila Patty – Fasdis Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Taniwel Timur
Aspahni Mony – Fasdis Pengembangan Ekonomi Kecamatan Taniwel
Pengembangan potensi ekonomi di desa salah satunya dapat diukur berdasarkan perputaran ekonomi yang mencakup rantai nilai produk unggulan, meliputi komoditas pertanian, perkebunan, perikanan, usaha mikro juga pengelolaan potensi wisata yang ada di desa.
Kecamatan Taniwel dan Taniwel Timur adalah dua dari sepuluh kecamatan penerima manfaat program TEKAD di Kabupaten Seram Bagian Barat, Di dua kecamatan tersebut terdapat potensi ekonomi desa yang dapat dikembangkan seperti kopra dan damar, juga potensi agrikultur dan tanaman pangan seperti kacang dan umbi – umbian, tidak kalah juga terdapat potensi perikanan darat dan potensi wisata Danau Tapala.
Sebagai tindak lanjut dari tahapan pengumpulan dan penginputan data profil dan potensi ekonomi yang ada di desa, jajaran fasilitator mulai dari Faskab, Fasdis hingga Kader juga melakukan verifikasi lapangan guna mendapat gambaran yang lebih rinci terkait value maupun rantai pasok produk-produk unggulan yang ada di desa-desa di Kecamatan Taniwel dan Taniwel Timur pada akhir bulan Mei 2024.
Dari hasil verifikasi tersebut diidentifikasi bahwa di Kecamatan Taniwel dan Taniwel Timur dengan total 33 Desa, hanya dktemukan satu peternakan ayam petelur dengan kapasitas produksi 400 butir telur per-hari, padahal kebutuhan telur ayam di dua Kecamatan tersebut dirasakan cukup besar, dan dengan harga 2.500 rupiah hingga 3.000 rupiah per-butir telur, maka diras perlu adanya perluasan produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Temuan hasil verifikasi lapangan lainnya, didapatkan adanya potensi perikanan darat, yakni budidaya ikan lele dan nila dengan potensi kapasitas produksi 7.000 ekor per-tahun, berbeda ikan laut adalah hal biasa dan mudah didapatkan di wilayah Maluku, permintaan ikan air tawar seperti ikan lele dan nila di tingkat Kabupaten SBB, maupun di Provinsi Maluku mengalami peningkatan setiap tahunnya. Di Desa Kasie dan Hulung sebagai pemasok perikanan darat di Kecamatan Taniwel juga dirasa membutuhkan manajemen keuangan dan bisnis yang lebih baik, dengan harapan terwujud transformasi ekonomi desa yang berkelanjutan.
Di sisi lain, untuk sub sektor kehutanan maupun komoditi seperti kopra dan damar adalah komoditi utama dari masyarakat desa di dua kecamatan tersebut. Hingga saat kini, aktifitas perdagangan berlangsung antar desa penghasil dengan pembeli, namun dengan harga yang fluktuatif dan tergantung dari permintaan pasar, harapannya jika ada intervensi dari Program TEKAD untuk memperluas akses pasar nantinya diharapakan dapat memfasilitasi informasi katalog produk dan membantu terjadinya kestabilan harga komoditi, hal itu tentu sangat membantu meningkatkan pendapatan petani kopra dan damar.
Tidak kalah dengan desa lainnya, terdapat potensi wisata Danau Tapala dengan luas lebih dari 10 Ha di Desa Hatunuru, danau ini adalah danau terbesar yang ada di Pulau Seram, Maluku yang cukup legendaris dan juga tercatat sebagai salah satu cerita rakyat dari Maluku yakni cerita rakyat Asal Mulanya Danau Tapala. (baca:www.repositori.kemdikbud.go.id/29612/1/ceritarakyatdaerahmaluku.pdf), danau ini selain dapat dikembangkan sebagai potensi perikanan darat, juga dapat dikelola menjadi potensi pariwisata desa yang menarik.
Kami, fasilitator dan kader desa yang bertugas di Kecamatan Taniwel dan Taniwel Timur berharap dapat terus mendiseminasikan Program TEKAD di level desa dengan harapan pembangunan dan transformasi ekonomi masyarakat desa secara terpadu dapat terus dilanjutkan. (fsz.ed)