Pada 18-21 November 2024, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyelenggarakan “Workshop Nasional Evaluasi Akhir Program TEKAD TA 2024” di Gammara Hotel, Makassar. Evaluasi akhir tersebut dibutuhkan untuk memperoleh informasi komprehensif terkait progres dan kendala pelaksanaan program di daerah, peran para pihak dalam pelaksanaan program di daerah (seperti TPK dan Fasilitator), serta mengukur pencapaian dari pelaksanaan program yang selama ini telah dilakukan di masing-masing daerah sasaran program.
Workshop ini dihadiri oleh 213 peserta yang terdiri dari peserta pusat dan daerah. Hadir dalam pembukaan acara ini antara lain Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Bapak Yandri Susanto; Pejabat Gubernur Sulawesi Selatan; Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PEIDDTT); para pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan Kementerian Desa PDTT ; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Bappeda Provinsi serta Kabupaten lokus program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu; serta perwakilan fasilitator program.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi memberikan gambaran capaian program, mulai dari penilaian hijau (project not at risk) untuk program TEKAD, program TEKAD telah menjangkau sebanyak 46.797 kepala keluarga atau 93.594 orang, hingga kenaikan status Indeks Desa Membangun (IDM) pada 499 desa tahap 1 TEKAD, serta beberapa kisah sukses di tingkat desa hingga kabupaten. Selain itu disampaikan juga oleh Ibu Dr. Ir. Harlina Sulistyorini, M.Si untuk mendukung keberlanjutan program TEKAD, telah dilakukan serangkaian negosiasi panjang melalui berbagai rapat koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait dan IFAD yang menghasilkan kesepakatan antara Indonesia dan IFAD untuk menggunakan skema suku bunga yang lama, sehingga program TEKAD dapat dilanjutkan melalui proses amandemen Financing Agreement (FA) TEKAD.
Sementara itu, Menteri Desa PDT menegaskan pentingnya evaluasi yang maksimal dan serius terhadap implementasi program, terutama dalam kaitannya dengan kebijakan yang telah diambil. Bapak Menteri Desa PDT juga menekankan indikator pencapaian program TEKAD dapat dimanfaatkan menjadi rumusan masalah, demi mewujudkan kemaslahatan warga pada program pendampingan desa dalam target jangka Panjang.
Workshop Nasional Evaluasi Akhir Program TEKAD ini terdiri dari beberapa diskusi panel oleh narasumber seperti Deputi Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional, Country Programme Officer of International Fund for Agriculture Development, Direktur Pembangunan Daerah BAPPENAS, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa Kemendes PDTT, Direktur Fasilitasi Sarana Prasarana Desa dan Pedesaan Kemendes PDTT, Inspektorat Wilayah II Kementerian Desa PDTT, National Project Management Unit Officer Program TEKAD, Kepala Desa Patawang Kabupaten Sumba Timur, dan juga Ketua Kelompok Penerima Bantuan dari Desa Ampimoi Kabupaten Kepulauan Yapen.
Di akhir workshop, perwakilan Koordinator Kabupaten dan Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Tingkat Kabupaten menandatangani komitmen bersama yang berisi poin-poin rumusan yang sebelumnya telah disepakati. Diantaranya komitmen untuk menyelesaikan dokumen pertanggungjawaban administrasi kegiatan Annual Planning/P3EK, SIP, Demplot, RITD, Investment Fund, dan kegiatan lain di tahun 2024 dan komitmen untuk mengawal capaian Program TEKAD sampai akhir masa transisi.