Kaimana, 24 September 2024 – Setelah berhasil memfasilitasi pertemuan perdana dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Kaimana pada 6 September 2024, TIM TEKAD Kaimana yang dipimpin oleh Koordinator Sunaryo, SE terus mendorong percepatan pelaksanaan Perencanaan Partisipasi Pembangunan Ekonomi Kampung (P3EK) sesuai jadwal yang ditetapkan. Kampung Trikora, Distrik Kaimana, dipilih sebagai lokasi perdana untuk kegiatan P3EK ini.
Kegiatan P3EK di Kampung Trikora berlangsung pada Rabu, 11 September 2024, bertempat di Balai Kampung Trikora. Kegiatan ini dihadiri oleh 32 peserta, termasuk Tim Tekad Kaimana, perwakilan dari DPMK Kabupaten Kaimana, serta Tim Annual Planning dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Tim Annual Planning hadir untuk memonitor implementasi P3EK di kampung-kampung Distrik Kaimana sebagai sampel, sekaligus mengevaluasi kinerja TIM TEKAD Kaimana.
Acara pembukaan dimulai pada pukul 09.30 WIT dengan doa yang dipimpin oleh Sunaryo, SE dan dilanjutkan dengan sambutan dari Fasilitator Tata Kelola Desa, Drs. Bonifasius Maximus Beruatwarin. Puncak acara ditandai dengan sambutan dari Kepala DPMK Kabupaten Kaimana, Ika Damayanti, S.ST.Pi, M.M sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan kegiatan P3EK di Kampung Trikora.
Dalam sambutannya, Ika Damayanti menekankan bahwa proses perencanaan P3EK harus berfokus pada kebutuhan mendesak masyarakat, bukan hanya berdasarkan keinginan semata. Selain itu, ia menegaskan bahwa perencanaan ini harus murni berfokus pada pembangunan ekonomi kampung.
“Saya harap bapak-ibu serius mengikuti dan mempelajari model perencanaan ini, karena pengetahuan ini akan menjadi bekal penting dalam menyusun perencanaan yang baik, yang tidak hanya memenuhi standar tetapi juga mengakomodasi seluruh aspek kebutuhan ekonomi kampung. Semoga ada ilmu yang bisa dibawa pulang dan diterapkan di kampung masing-masing,” ujarnya.
Setelah pembukaan berakhir pada pukul 10.30 WIT, acara dilanjutkan dengan sesi penyusunan perencanaan partisipatif yang dibagi dalam dua sesi: diskusi kelompok dan praktek langsung. Seluruh fasilitator distrik terlibat aktif dalam memandu proses perencanaan ini. Materi yang disampaikan mencakup Pemetaan Kampung, Kalender Musim, Diagram Venn, Penentuan Prioritas Usulan hingga Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Fasilitator seperti Febi Purnama, Kasmawati Laturauw, Yopi Yulianus Werfete, S.I.K, dan Moh Saleh Ali Daeng Prany, S.T. sebagai pemateri lebih fokus pada penjelasan teknik penyusunan yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan warga untuk mengidentifikasi tantangan serta peluang ekonomi di kampung mereka, serta menyusun prioritas kegiatan yang realistis dan berbasis pada potensi lokal.
Kegiatan ini berjalan dengan tertib, aman, dan penuh antusiasme hingga berakhir pada pukul 16.00 WIT. Masyarakat Kampung Trikora sangat serius menyimak penjelasan para fasilitator dan aktif bertanya, menunjukkan minat besar terhadap proses perencanaan yang melibatkan mereka secara langsung. Banyak warga yang menyampaikan bahwa ini adalah pertama kalinya mereka dilibatkan secara penuh dalam penyusunan perencanaan kampung.
Selain itu, warga juga termotivasi untuk mengembangkan usaha ekonomi mereka, baik secara individu maupun dalam kelompok, setelah melihat model perencanaan yang inklusif dan praktis. Masyarakat juga berharap program TEKAD dapat terus mendampingi mereka dalam mewujudkan rencana-rencana yang telah disusun, sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi ekonomi kampung.
Koordinator TEKAD Kabupaten Kaimana, Sunaryo, SE, berharap bahwa pelaksanaan P3EK di Kampung Trikora dapat menjadi contoh sukses bagi kampung-kampung lain di wilayah Distrik Kaimana. Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam perencanaan, program ini diharapkan mampu menciptakan kesadaran serta komitmen kolektif dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan dukungan dari DPMK Kabupaten Kaimana dan komitmen dari masyarakat setempat, keberhasilan P3EK di Kampung Trikora diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan kampung-kampung lain yang ingin mengejar kemandirian ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Untuk diketahui, Kampung Trikora, yang dikenal dengan slogan “Merah Bhaktiku Putih Peduliku”, berjarak 9,48 km dari pusat kota Kaimana. Dengan 7 Rukun Tetangga (RT) dan letak strategis yang berbatasan dengan Kelurahan Krooy dan Kampung Coa, kampung ini memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kelurahan di masa mendatang.
Penulis : Drs. Bonifasius Maximus Beruatwarin, Fasilitator Kabupaten Tata Kelola Desa, Kabupaten Kaimana