TEKAD

Mempercepat pembangunan desa khususnya di Indonesia bagian timur

Kontak Kami

Jl. TMP Kalibata No.17, Jakarta Selatan, 12750, DKI Jakarta, Indonesia.
021 - 7994372

humas@kemendesa.go.id

Ikuti Kami

Fasilitator Distrik Fakfak Barat Bidang Pengembangan Ekonomi, berhasil memfasilitasi alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2024 untuk sektor ketahanan pangan

Fasdis Fakfak Barat Fasilitasi Alokasi Dana Desa untuk Peternak Ayam Potong di Kampung Wurkendik

Fakfak - Kampung Wurkendik, salah satu kampung sasaran Program TEKAD tahap kedua di Distrik Fakfak Barat, terus mendapat perhatian untuk pengembangan ekonomi lokal. Tidak seperti kampung sasaran tahap pertama yang memperoleh dana demplot untuk kelompok usaha, kampung pada tahap kedua tidak memiliki alokasi dana serupa. Namun, hal ini tidak menghalangi upaya untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat setempat.

Yothan F. Somba, Fasilitator Distrik Fakfak Barat Bidang Pengembangan Ekonomi, berhasil memfasilitasi alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2024 untuk sektor ketahanan pangan. Dana tersebut dialokasikan kepada Kelompok Peternak Ayam Potong "Mekar" di Kampung Wurkendik. Melalui advokasi yang dilakukan oleh Yothan, Kepala Kampung Wurkendik, Kaleb Erik Hindom, menyetujui pemberian bantuan kepada kelompok peternak berupa 100 ekor bibit ayam potong, beserta pakan dan obat-obatan. Bibit ayam tersebut diterima kelompok pada tanggal 14 Agustus 2024, sementara kandang yang digunakan merupakan kandang yang sudah ada sebelumnya.

Makaria Pihiwi, Ketua Kelompok Peternak Ayam Potong "Mekar", menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kampung Kaleb Erik Hindom dan Fasilitator Yothan F. Somba atas dukungan dan fasilitasi yang telah diberikan. Bantuan ini memungkinkan kelompok untuk kembali melanjutkan usaha peternakan ayam potong yang sempat terhenti. Sebelumnya, kelompok ini pernah berjalan namun terpaksa berhenti karena masalah keuangan.

Kepala Kampung Wurkendik, Kaleb Erik Hindom, berharap agar bantuan Dana Desa ini dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan usaha tanpa bergantung terus-menerus pada dana bantuan. "Jika setiap tahun kelompok yang sama terus menerima bantuan dari Dana Desa, itu berarti kelompok tersebut tidak berhasil atau gagal," ujarnya. Pemerintah kampung berharap kelompok peternak bisa berkembang mandiri dan bahkan berpotensi mendapatkan tambahan modal jika terbukti berhasil.

Kelompok Ternak Ayam Potong "Mekar" pernah mendapat bantuan dari pemerintah desa pada tahun sebelumnya, namun usaha mereka terhenti karena kesalahan dalam pengelolaan keuangan. Usai panen, modal usaha habis dibagi, sehingga usaha terhenti dan hanya menyisakan kandang kosong. "Belajarlah dari kegagalan masa lalu," pesan Kaleb, seraya berharap kelompok ini bisa memanfaatkan peluang kedua dengan lebih baik.

Bantuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengembangan ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Kampung Wurkendik, serta menjadi contoh bagi kampung-kampung lain di Distrik Fakfak Barat.

 

Editor : Nasru


Administrator