Oransbari, 20 September 2024 – Kampung Oransbari di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, menjadi contoh inovasi lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam melalui Program TEKAD (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu). Salah satu inisiatif unggul dari kampung ini adalah Kelompok Tiandi, yang berhasil mengolah buah mangrove atau buah lindur menjadi tepung bernilai ekonomi tinggi.
Buah lindur, yang tumbuh dari pohon mangrove, telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan tradisional oleh masyarakat pesisir. Namun, dengan bimbingan dari Program TEKAD, Kelompok Tiandi kini mampu mengolah buah lindur menjadi tepung yang organik dan ramah lingkungan. Tepung ini dapat digunakan dalam berbagai produk olahan seperti kue, roti, hingga makanan tradisional, memperluas nilai guna dan potensi ekonominya.
Proses produksi tepung lindur dilakukan secara alami tanpa bahan pengawet, menjadikannya produk organik yang aman bagi konsumen. Inovasi ini tidak hanya memberikan peluang ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian ekosistem mangrove. Hutan mangrove berperan penting dalam mencegah abrasi pantai dan menyediakan habitat bagi berbagai spesies laut, menjadikan inisiatif ini sebagai bentuk ekonomi berkelanjutan.
Program TEKAD di Kampung Oransbari berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Kelompok Tiandi adalah bagian dari gerakan yang didukung oleh pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta untuk menciptakan produk lokal yang berdaya saing di pasar lokal maupun nasional.
Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Oransbari melalui ekonomi berbasis lingkungan yang berkelanjutan. Keberhasilan Kelompok Tiandi dalam mengolah buah lindur menjadi tepung organik membuka peluang bagi kampung-kampung lain di Papua Barat untuk mengikuti jejak mereka, menginspirasi daerah lain dalam memanfaatkan sumber daya alam dengan inovatif.
Editor : Nasru