Bobojiko, 18 September 2024 – Panen perdana jagung dua tongkol telah dilakukan di lahan demplot milik anggota Kelompok Petani Berdaya (KPB) Totari Laha, Ade Yahya. Panen ini berlangsung di lahan seluas 0,4 hektar dengan usia panen 75 hari setelah tanam (HST), yang memberikan hasil maksimal.
Acara panen ini dihadiri oleh perwakilan dari Tim Pendamping Kabupaten (TPK) Provinsi Maluku Utara, Dinas DPMPD, Koordinator Kabupaten Program TEKAD, Fasilitator Kecamatan, Kader Desa, serta anggota KPB Totari Laha.
Plh. Kepala Dinas DPMPD Halmahera Barat yang juga TPK Program TEKAD, Ibrahim Fabanyo, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasinya terhadap panen perdana ini. "Selamat kepada tim TEKAD Jailolo dan KPB Totari Laha atas hasil yang luar biasa. Diharapkan demplot ini bisa berkelanjutan dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga di Desa Bobojiko," ujarnya.
Koordinator Program TEKAD Halmahera Barat, Abd. Rahman Bailusy, M.Si., menegaskan bahwa panen jagung dua tongkol ini bukanlah akhir dari kegiatan budidaya. "Ini adalah penanaman kelima, dan budidaya akan terus dilanjutkan dengan variasi tanaman lain," ucapnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Fasilitator Kecamatan dan Kader Desa Bobojiko atas pendampingan aktif yang mereka lakukan hingga panen hari ini.
Kepala Desa Bobojiko, Idham Adjid, turut menyampaikan rasa bangganya atas implementasi Program TEKAD di desanya. "Panen jagung dua tongkol ini tentunya berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan keluarga anggota KPB Totari Laha. Kami juga siap berkolaborasi dengan Kelompok TEKAD dalam alokasi anggaran 20% Ketahanan Pangan untuk tahun 2024-2025," kata Idham.
Fasilitator Kecamatan Pemberdayaan Masyarakat, Afrianto Darnis, S.P., merasa bangga atas keberhasilan yang dicapai anggota KPB Totari Laha. "Pendampingan maksimal bersama Kader Desa Ismail A. Yahya telah memberikan hasil nyata hari ini," ujarnya. Sementara itu, Fasilitator Kecamatan Pembangunan Ekonomi, Alfian Samsudin, S.H., menambahkan bahwa secara ekonomi, panen ini sudah membantu meningkatkan pendapatan keluarga. "Kami berharap penanaman dapat terus digencarkan dengan memperluas lahan budidaya ke depannya," tambahnya.
Untuk diketahui, Program Demplot ini merupakan bagian dari Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).
Editor : Nasru