Kampung Tuabyam, yang berada di Distrik Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak, memiliki potensi besar dalam bidang pertanian dengan tanahnya yang subur. Dengan luas wilayah sekitar 233 hektar dan dihuni oleh 106 Kepala Keluarga (KK), kampung ini mempunyai komoditas unggulan yaitu budidaya bawang merah.
Melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), Kampung Tuabyam mendapatkan dukungan penuh untuk mengembangkan komoditas unggulannya. Salah satunya melalui Demonstration Plot (Demplot), yang berfungsi sebagai lahan percontohan bagi kelompok tani lokal.
Di Kampung Tuabyam, Kelompok Tani Tuabyam Indah memutuskan untuk membudidayakan bawang merah sebagai tanaman unggulan di lahan Demplot. Bawang merah dipilih karena dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pada panen perdana, bawang merah yang ditanam di lahan Demplot berhasil memberikan pendapatan sebesar Rp2.800.000 kepada kelompok tani. Meskipun hasil tersebut belum mencapai potensi maksimal, dana yang diperoleh digunakan kembali sebagai modal untuk penanaman ulang, dengan harapan panen berikutnya akan menghasilkan lebih banyak.
Keberhasilan awal ini memberikan dorongan semangat bagi kelompok tani di Kampung Tuabyam untuk memperluas lahan pertanian mereka dan meningkatkan produksi bawang merah. Dukungan dari Program TEKAD, termasuk dana Demplot, membuka peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui sektor pertanian.
Selain itu, program ini juga menawarkan kesempatan bagi para petani setempat untuk mengasah keterampilan dalam pengelolaan lahan dan pemasaran hasil pertanian, yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Program TEKAD di Kampung Tuabyam membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, masyarakat desa dapat mengoptimalkan potensi alam mereka untuk membangun usaha pertanian yang berkelanjutan dan menguntungkan. Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan taraf hidup warga setempat, tetapi juga memberikan inspirasi bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Pegunungan Arfak.
Untuk diketahui, Program TEKAD adalah hasil kolaborasi antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kementerian Desa PDTT) bersama International Fund for Agriculture Development (IFAD). Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa dalam proses transformasi pedesaan, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif di wilayah Indonesia Timur.
Penulis: Fasilitator Distrik Anggi Sururey
Editor: Nasru