Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) terbukti berhasil memberdayakan masyarakat untuk memaksimalkan potensi ekonomi lokal. Diantaranya melalui pengelolaan kebun Demplot Program TEKAD oleh Kelompok Tani Mawar di Kampung Ayau, Distrik Minyambouw yang berhasil meningkatkan penghasilan rumah tangga di daerah tersebut.
Salah satu hasil unggulan dari kebun demplot ini adalah sayur kol. Dengan luas lahan sekitar 60x60 meter persegi, Kelompok Tani Mawar berhasil memanen 2 karung kol seberat 225 kg. Setiap karungnya memiliki berat 75 kg dan dijual dengan harga Rp 30.000 per buah. Dari total hasil penjualan kol, kelompok ini berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 4.500.000.
Tanaman kol menjadi salah satu komoditi unggulan di kampung ini karena tingginya permintaan pasar dan nilai ekonominya yang menjanjikan. Kol juga dikenal sebagai sayuran yang digemari masyarakat luas, sehingga petani lokal semakin terdorong untuk mengusahakannya dalam skala yang lebih besar.
Selain meningkatkan perekonomian warga, keberhasilan kelompok tani ini juga membuka peluang kerja sama dengan pedagang lokal di Kabupaten Manokwari. Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas distribusi hasil panen dan meningkatkan pemasaran produk pertanian dari Kampung Ayau.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa program TEKAD berperan signifikan dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis pertanian di kawasan Pegunungan Arfak, khususnya di Distrik Minyambouw.
Penulis: Elias Marian, Fasilitator Distrik Minyambouw
Editor : Nasru