Pegunungan Arfak - Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) terus memberikan dampak positif dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Pegunungan Arfak, khususnya di Distrik Minyambouw. Dari 39 kampung yang ada di distrik tersebut, lima kampung telah terpilih sebagai kampung dampingan Program TEKAD, yaitu Kampung Handuk, Kampung Indabri, Kampung Ayau, Kampung Imbenti, dan Kampung Minyambouw.
Salah satu kampung yang menunjukkan keberhasilan adalah Kampung Minyambouw. Dengan bantuan dana Demplot dari Program TEKAD, masyarakat setempat memilih untuk menanam komoditas kol, yang diketahui memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain kol, tanaman lain seperti labu siam, daun bawang, dan pisang juga ditanam. Namun, kol menjadi fokus utama karena dinilai lebih menguntungkan dan mampu mendukung kebutuhan sehari-hari warga.
Hasil panen kol dari Kampung Minyambouw tidak hanya dipasarkan di pasar lokal di Kabupaten Manokwari, seperti di Pasar Wosi dan SP, tetapi juga berhasil menembus pasar di luar daerah, seperti di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua. Keberhasilan ini telah meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan, berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga di kampung tersebut.
Sementara itu, Kampung Indabri juga menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Melalui Program TEKAD, masyarakat di kampung ini memilih nanas sebagai komoditas unggulan penerima bantuan dana Demplot. Nanas dipilih karena selain mudah ditanam, komoditas ini memiliki permintaan pasar yang tinggi. Para petani Kampung Indabri memasarkan hasil panen mereka tidak hanya di kampung dan distrik setempat, tetapi juga ke Kabupaten Manokwari, di pasar-pasar besar seperti Pasar Wosi, Sangeng, dan SP.
Keberhasilan penjualan nanas telah memberikan penghasilan yang memadai bagi masyarakat Kampung Indabri, membantu mereka memenuhi kebutuhan rumah tangga serta meningkatkan perekonomian lokal. Dampak positif dari Program TEKAD ini dirasakan tidak hanya dalam hal peningkatan ekonomi, tetapi juga dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan pengoptimalan lahan pertanian yang tersedia.
Dengan adanya Program TEKAD, masyarakat di Distrik Minyambouw kini mampu memanfaatkan potensi sumber daya alam mereka secara lebih efektif, membawa manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan dan kemandirian mereka. Dukungan dari pemerintah dan program-program serupa sangat diharapkan untuk terus berlanjut, guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara mandiri dan berkelanjutan.
Penulis : Yohana Imelda Kalasuat, Fasilitator Distrik Minyambouw
Editor : Nasru