Fakfak – Pada tanggal 27 Agustus 2024, berlangsung pertemuan penting antara Off-Taker Pala dan para petani pala di Kampung Mamur, Distrik Kramomongga. Pertemuan ini difasilitasi oleh Fasilitator Kabupaten (Faskab), Fasilitator Distrik (Fasdis), dan Kader Kampung Tekad, serta bertempat di rumah salah satu kader, L. Simbiak. Diskusi tersebut juga dihadiri oleh beberapa petani pala serta perwakilan dari Bank Mandiri.
Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk memberikan Ofteker informasi mendalam tentang potensi produksi pala di Kampung Mamur, termasuk luas lahan, prosedur penjualan, dan harga yang berlaku. Off-Taker ingin mengetahui berapa ton pala yang dapat dihasilkan setiap musim panen, siapa yang membeli produk tersebut, serta harga jual pala baik untuk kategori super maupun non-super, termasuk harga bunga pala per kilogram.
Menurut L. Simbiak, saat ini belum memasuki musim panen pala, yang biasanya terjadi pada bulan Oktober dan April.
"Produksi pala di setiap musim sulit dihitung secara pasti karena proses penjualannya sangat bergantung pada transaksi natural antara petani dan pembeli, di mana ada barang ada uang," jelas Simbiak.
Ia juga menambahkan bahwa luas lahan kebun pala tidak bisa dipastikan secara spesifik karena kepemilikan lahan bersifat komunal, dimiliki oleh marga atau kelompok bersama.
Adapun harga jual pala bervariasi. Untuk kategori pala super, harganya berkisar sekitar Rp 600 per biji, sementara non-super dijual seharga Rp 400 per biji. Sementara itu, bunga pala kering dijual dengan harga sekitar Rp 250.000 per kilogram.
Salah satu isu yang diangkat dalam diskusi adalah kualitas pala yang menurun karena dipetik sebelum waktunya matang. Faskab menyarankan agar petani tidak memetik buah pala muda, karena hal ini dapat menyebabkan penurunan harga bahkan penolakan dari pengepul.
"Jika pala dipetik muda, harga akan turun, dan pada akhirnya yang dirugikan adalah petani," kata Faskab.
Sebagai solusi, Tim TEKAD mengusulkan agar Badan Usaha Milik Kampung (Bumkam) dihidupkan kembali untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah spekulasi harga yang merugikan petani.
Di sisi lain, perwakilan dari Bank Mandiri menjelaskan prosedur untuk mendapatkan pinjaman dari bank. "Untuk mendapatkan pinjaman, para petani harus memiliki nomor rekening dan jaminan yang sesuai," ujar perwakilan Bank Mandiri.
Perlu diketahui bahwa menurut Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmorojati, ST, M.Si, Distrik Kramomongga, yang termasuk Kampung Mamur, merupakan daerah penghasil pala terbesar di Kabupaten Fakfak. Hal ini diungkapkan dalam Rapat Koordinasi dengan Tim TEKAD Fakfak pada 19 Juli 2024.
Penulis : Tim Fasilitator TEKAD Kabupaten Fakfak
Editor : Nasru