TEKAD

Mempercepat pembangunan desa khususnya di Indonesia bagian timur

Kontak Kami

Jl. TMP Kalibata No.17, Jakarta Selatan, 12750, DKI Jakarta, Indonesia.
021 - 7994372

humas@kemendesa.go.id

Ikuti Kami

Tim fasilitator TEKAD Kabupaten Fakfak bersama tim penyuluh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak dalam kegiatan sosialisasi persyaratan penerbitan PIRT

Program TEKAD Gelar Sosialisasi Penerbitan PIRT untuk KPB Binaan di Kampung Arguni

Fakfak, 4 September 2024 – Tim fasilitator dari Program Tekad Kabupaten Fakfak, yang terdiri dari Koordinator Kabupaten, Tenaga Ahli, Fasilitator Distrik Arguni, serta Kader Kampung, turut mendampingi tim penyuluh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak dalam kegiatan sosialisasi persyaratan penerbitan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) bagi usaha olahan makanan rumahan. Acara ini diadakan di rumah Ketua KPB (Kelompok Penerima Bantuan) Barokah, Kampung Arguni, Distrik Arguni.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pengurus dan anggota kelompok usaha mengenai persyaratan PIRT, sehingga produk mereka dapat dipasarkan secara legal. Menurut Ibu Iklima, Ketua Tim Sosialisasi dari Dinas Kesehatan, terdapat 14 persyaratan yang harus dipenuhi oleh usaha rumahan agar dapat memperoleh izin PIRT. Persyaratan tersebut meliputi pemisahan lokasi usaha dari tempat tinggal, kebersihan lokasi, penanganan limbah, dan beberapa ketentuan lainnya. 

"Kami dari Dinas Kesehatan siap membantu dan bekerja sama dengan pihak perizinan untuk penerbitan PIRT, selama persyaratan sudah dipenuhi," ujar Iklima.

Munati Patiran, Ketua KPB Demplot Barokah, menyampaikan apresiasinya kepada tim Dinas Kesehatan atas kunjungan dan bimbingan yang diberikan. Ia juga berterima kasih kepada Program Tekad yang telah memberikan dukungan berupa Dana Demplot sebesar Rp 100.000.000, yang memungkinkan usaha pembuatan abon ikan dan pentolan ikan tenggiri berjalan dengan baik. Namun, Munati mengakui bahwa proses produksi masih menghadapi kendala, terutama karena peralatan yang digunakan masih manual, sehingga sulit memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar.

Di sisi lain, Koordinator Kabupaten Program Tekad, Adanas Suaery, S.Sos, berharap agar usaha pembuatan abon ikan dan pentolan ikan oleh KPB Demplot Barokah tetap berlanjut dan berkembang meskipun Program Tekad telah selesai. "Program Demplot ini hanya bersifat percontohan sementara. Kami berharap kelompok lain bisa mengikuti jejak KPB Barokah, dengan menggunakan dana desa, terutama dari pos Ketahanan Pangan sebesar 20%."

Produk abon ikan KPB Barokah berbahan baku ikan kakap putih yang tersedia melimpah di wilayah Distrik Arguni. Produk ini telah dipasarkan ke berbagai toko di Kabupaten Fakfak, bahkan beberapa telah dikirim ke Sorong.

 

Penulis : Fasilitator TEKAD

Editor   : Nasru


Administrator