Kaimana, 25 Agustus 2024 – Tim Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kaimana berhasil mengadvokasi lima anggota Kelompok Pengembangan Bisnis (KPB) "WORAT" untuk mengikuti pelatihan pengolahan produk ikan laut yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian & Perdagangan Provinsi Papua Barat. Pelatihan ini merupakan bagian dari Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berfokus pada pembuatan berbagai olahan ikan laut, seperti pentolan ikan, stik ikan, otak-otak, dan kerupuk kulit ikan tenggiri.
Awalnya, pelatihan ini hanya direncanakan untuk 20 ibu-ibu di Kabupaten Kaimana. Namun, berkat upaya dari Koordinator Tim TEKAD Kaimana, Sunaryo SE, lima anggota KPB "WORAT" dari Kampung Namatota, Distrik Kaimana, berhasil mendapatkan tempat di pelatihan tersebut. Setelah berkoordinasi dengan panitia pelaksana, Sunaryo memastikan bahwa anggota KPB "WORAT" bisa ikut serta dalam kegiatan yang berharga ini.
Untuk memastikan kesiapan para peserta, Koordinator Kabupaten (Koorkab) TEKAD Kaimana mengundang kelima anggota KPB "WORAT"—Maryam Alhamid, Arafia Mandefa, Sehat Alhamid, Udunia Tuafa, dan Salfa Alhamid—ke sebuah pertemuan pada Senin, 12 Agustus 2024, di Sekretariat TEKAD.
Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 14 hingga 15 Agustus 2024, di Kampung Namatota, Distrik Kaimana. Acara dibuka pada pukul 09.00 WIT dengan doa yang dipimpin oleh imam setempat, diikuti oleh sambutan dan pembukaan resmi oleh perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat. Dalam sambutannya, pihak dinas menekankan pentingnya memanfaatkan pelatihan ini untuk mengembangkan keterampilan dan meningkatkan kapasitas peserta, baik secara individu maupun kelompok, serta mendorong produksi yang berkelanjutan di masa depan.
Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini mencakup:
1. Pembuatan Pentolan Ikan
2. Pembuatan Stik Ikan
3. Pembuatan Otak-otak
4. Pembuatan Kerupuk Kulit Ikan Tenggiri
Selama pelatihan, antusiasme peserta sangat tinggi. Mereka aktif berkonsultasi dan berinteraksi dengan tim pelatih dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat untuk memastikan pemahaman yang mendalam terhadap materi yang diberikan. Pada akhir pelatihan, panitia menyerahkan bantuan peralatan secara simbolis kepada KPB "WORAT," yang diterima langsung oleh ketua kelompok, Maryam Alhamid.
Tim TEKAD Kabupaten Kaimana, di bawah pimpinan Sunaryo SE, terus berupaya mencari solusi terbaik untuk mendukung keberhasilan 15 KPB di kampung tahap I yang tersebar di empat distrik. Selain itu, mereka juga berencana membentuk 21 KPB baru di kampung tahap II yang masih berada di wilayah yang sama.
Penulis: Bonifasius Maximus Beruatwarin, Fasilitator Tata Kelola Desa Kabupaten Kaimana.