Kaimana, 19 Agustus 2024 - Kampung Waho, yang terletak di Distrik Kambrauw, Kabupaten Kaimana, Papua Barat, baru-baru ini menjadi salah satu lokasi sasaran Program TEKAD Tahap II. Kampung ini memiliki sejarah penting karena pernah menjadi ibukota distrik sebelum dipindahkan ke Kampung Sunuah, sebuah pemekaran dari Kampung Waho yang masih menunggu pengesahan resmi.
Jarak Kampung Waho dari ibukota Kabupaten Kaimana sekitar 33,58 km. Untuk mencapainya, perjalanan harus dimulai dari Kaimana menuju Kampung Tanggaromi menggunakan kendaraan darat sejauh 22,38 km, dan dilanjutkan dengan perjalanan laut sejauh 11,20 km menggunakan long boat menuju Waho.
Sosialisasi Program TEKAD di Kampung Waho, yang seharusnya dilakukan pada akhir tahun 2023, baru bisa terlaksana pada Mei 2024. Program TEKAD ini sudah dilaksanakan di 24 kabupaten lain pada akhir tahun 2023. Demi mengejar ketertinggalan, Tim TEKAD Kabupaten Kaimana, yang dipimpin oleh Koordinator Kabupaten (Korkab) Sunaryo, SE, bergerak cepat. Mereka membagi tugas kepada para fasilitator kabupaten (Faskab) untuk mendampingi fasilitator distrik (Fasdis) di wilayah mereka masing-masing.
Untuk pertama kalinya, Faskab Tata Kelola Desa bertugas di Distrik Kambrauw yang mencakup tiga kampung Tahap II: Waho, Ubia Sermuku, dan Werafuta. Sementara itu, Faskab lainnya juga ditugaskan di berbagai distrik dengan tanggung jawab yang berbeda.
Pada 6 Mei 2024, Tim TEKAD yang terdiri dari Faskab Tata Kelola Desa dan Fasilitator PE Distrik Kambrauw memulai perjalanan selama dua jam menuju Kampung Waho. Setibanya di sana, mereka langsung berkoordinasi dengan Kepala Kampung Yulianus Wayega, yang kemudian menginstruksikan Sekretaris Kampung untuk mengumpulkan warga guna mengikuti kegiatan sosialisasi Program TEKAD.
Sekitar 35 orang, termasuk aparat kampung dan Ketua Bamuskam, hadir dalam sosialisasi yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIT. Acara dibuka dengan doa, diikuti sambutan dari Kepala Kampung yang menyatakan keingintahuannya tentang Program TEKAD. Selanjutnya, Faskab Tata Kelola Desa memaparkan Program TEKAD dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh warga.
Selama 30 menit, warga yang hadir, termasuk Kepala Kampung, memperoleh pemahaman yang jelas tentang program tersebut. Wajah ceria dan antusias warga menunjukkan sambutan hangat mereka terhadap Program TEKAD. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Menerima Program TEKAD di Kampung Waho.
Selanjutnya, dilakukan pemilihan Kader Kampung yang dipandu oleh Fasilitator PE Distrik Kambrauw, Devi Diana Egana. Setelah dijelaskan mengenai tugas dan kriteria Kader Kampung, tiga calon dari tiga RT diajukan: Welmince Feneteruma, Engel Egana, dan Wenand Wayega. Proses pemilihan berlangsung lancar, dan Wenand Wayega terpilih sebagai Kader Kampung.
Wenand Wayega, sebagai kader terpilih, menyampaikan rasa terima kasihnya dan pesan-pesan kepada warga Kampung Waho untuk mendukungnya dalam menjalankan tugas sebagai Kader Kampung.
Proses serupa juga dilakukan di Kampung Ubia Sermuku. Kepala Kampung Ubia Sermuku, Laban Goga, juga menyatakan siap menerima Program TEKAD di wilayahnya, yang ditandai dengan penandatanganan Berita Acara. Yosye Aboda terpilih sebagai Kader Kampung di Ubia Sermuku.
Dalam pelaksanaan sosialisasi program ini, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh para fasilitator, yaitu:
1. Menguasai budaya dan karakter warga setempat.
2. Membangun relasi melalui pendekatan persuasif.
3. Menggunakan bahasa sederhana yang dapat dipahami oleh warga.
4. Menghindari perlakuan intimidasi.
Dengan pendekatan yang tepat dan penuh empati, Program TEKAD diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kampung Waho dan kampung-kampung lainnya di Kabupaten Kaimana.
Penulis : Bonifasius Maximus Beruatwarin
Editor : Nasru