TEKAD

Mempercepat pembangunan desa khususnya di Indonesia bagian timur

Kontak Kami

Jl. TMP Kalibata No.17, Jakarta Selatan, 12750, DKI Jakarta, Indonesia.
021 - 7994372

humas@kemendesa.go.id

Ikuti Kami

Panen Padi Perdana Kelompok Binaan Program TEKAD di Kampung Hamonggrang

Kelompok Binaan Program TEKAD di Kampung Hamonggrang Sukses Panen Padi Perdana

Jayapura - Pada tanggal 1 Juni 2024, Kampung Hamonggrang di Distrik Nimbokrang melaksanakan panen padi ladang yang merupakan bagian dari Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD). Panen perdana ini dilakukan oleh kelompok binaan TEKAD, Yombeto, dengan luas areal tanam sebesar 100 x 96 meter. Keberhasilan panen ini sangat diapresiasi oleh pemerintah setempat, baik di tingkat kampung maupun distrik. Kepala Distrik Nimbokrang, dalam sambutannya, memuji program dampingan TEKAD Jayapura yang telah membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Distrik Nimbokrang.

Dalam acara tersebut, Kepala Kampung Hamonggrang juga menyampaikan kebanggaannya. Ia mengingatkan bahwa pada tahun 2016, Kampung Hamonggrang pernah dijuluki sebagai "Kampung Pangan" oleh pemerintah daerah karena luas areal penanaman padi ladangnya mencapai 75 hektar. Melalui sambutannya, Kepala Kampung menegaskan pentingnya kolaborasi antara TEKAD, pemerintah, dan pihak swasta untuk memperkuat dukungan dan akses bagi masyarakat.

Asnah Azis, Fasilitator Kabupaten Pengembangan Ekonomi, juga memberikan apresiasi atas kerja keras warga, khususnya para ibu dan pemuda kampung. Mereka telah berperan penting dalam seluruh proses, mulai dari pembersihan lahan, penanaman, hingga pasca panen. Ia juga menekankan pentingnya peran Badan Usaha Milik Desa (BumDesa) untuk meningkatkan perekonomian Kampung Hamonggrang.

Panen padi ladang kali ini menghasilkan 1.500 kilogram gabah basah. Setelah dikeringkan hingga kadar air mencapai 14%, berat gabah kering mencapai 1.000 kilogram. Selanjutnya, padi tersebut digiling hingga menghasilkan 500 kilogram beras.

Kampung Hamonggrang memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan, terutama dengan kondisi tanah yang mendukung pertanian. Masyarakat diajak untuk lebih bijak memilih komoditas unggulan, seperti padi ladang, meskipun masih banyak potensi lain yang bisa dikembangkan. Dalam tiga bulan, warga masyarakat dapat menjual padi kepada pedagang dengan jumlah yang mencapai 3 hingga 5 ton. 

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain untuk terus berinovasi dan mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki.


Administrator