Patawang, 29 Juli 2024 – Usaha Ayam Petelur Desa Patawang kini semakin menarik perhatian setelah berkembang pesat sejak bulan November 2023.
Usaha Ayam Petelur Desa Patawang bahkan telah menerima Kunjungan Studi Banding yang dilakukan secara terpisah dari 4 desa, yaitu Pemerintah Desa Billa di Kecamatan Tabundung (13/6/2024), Desa Tamburi di Kecamatan Rindi, Desa Kananggar di Kecamatan Paberiwai (24/6/2024), dan Desa Lainjanji di Kecamatan Wulla Waijelu (24/7/2024).
Studi banding ini disambut oleh Kepala Desa Patawang Imanuel Soleman, Direktur BUMDesa Bertholomeus Koro, Ketua KPB Demplot Agustinus Do,o, dan Tim Program TEKAD Kecamatan Umalulu di Lokasi Usaha Ayam Petelur milik BUMDesa dan KPB Demplot.
Di lokasi usaha Ayam Petelur, delegasi meneliti dengan teliti semua fasilitas yang tersedia, seperti struktur bangunan kandang dan sarana pendukung lainnya, pemanfaatan limbah ternak, keberadaan kebun sayur, dan kolam ikan air tawar. Selain itu, peserta studi banding juga mempelajari manajemen peternakan ayam petelur, teknik budidaya ikan air tawar, serta praktik berkebun sayur yang ramah lingkungan dengan penggunaan pupuk limbah kotoran ayam.
Ketua KPB Agustinus Do,o menjelaskan manfaat dari konstruksi bangunan kandang, vaksinasi yang konsisten, dan aspek lainnya. Sementara Sri Benyamin Padji Kader Desa Patawang Program TEKAD menjelaskan bahwa salah satu tujuan Demplot adalah untuk menjadi contoh, sehingga kunjungan hari ini merupakan pembelajaran bersama tidak hanya bagi delegasi tetapi juga bagi Demplot dan BUMDesa itu sendiri.
Sementara itu Kepala Desa Patawang, Imanuel Soleman, menjelaskan bahwa mereka tidak hanya berfokus pada produksi telur, tetapi juga memaksimalkan pemanfaatan limbah peternakan untuk budidaya ikan air tawar dan kebun sayur. Hal ini merupakan upaya lanjutan Soleman dalam menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan, efisien, serta merencanakan pengembangan kawasan Agrowisata yang luas pada lokasi yang sama.
Lidu Lakinggela, S.Pd Kepala Desa Tamburi, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang diterapkan di Desa Patawang. "Kolaborasi antar berbagai sektor dalam pertanian ini sangat memotivasi. Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi awal dari kerjasama yang lebih erat antar desa dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman,"ujarnya.
Kepala Desa Billa Katauhi Kula Andung juga terkesan dengan sistem integrasi yang diterapkan. "Kami sangat terinspirasi dengan apa yang telah dilakukan di Desa Patawang. Sistem integrasi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mengurangi limbah serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Kami berencana untuk menerapkan beberapa teknik ini di desa kami,"ucapnya.
Andung menambahkan, “kami telah memperoleh banyak pelajaran terutama terkait teknis pengelolaan kandang dan pemeliharaan ayam petelur yang akan menjadi panduan bagi kami. Inilah tujuan kami berkunjung ke sini mengingat Pemerintah Desa Billa pada tahun 2024 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 109.662.000 untuk usaha ayam petelur.”ujarnya.
Untuk diketahui, dalam Tahun Anggaran 2024, untuk pengembangan ayam petelur, Pemerintah Desa Lainjanji mengalokasikan anggaran sebesar Rp 145.000.000, Desa Tamburi Rp 120.000.000, Desa Billa Rp 109.662.000, Desa Patawang Rp 60.000.000, dan BUMDesa Kananggar Rp 50.000.000 yang bersumber dari Dana Desa.
Penulis : Martinus Hay_FK PM Umalulu Sumba Timur
Editor : Largus Ogot_Korkab TEKAD Sumba Timur