MALUKU TENGAH – Ada hal yang menarik dari rangkaian kegiatan pelatihan program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Kabupaten Maluku Tengah yang berlangsung di Hotel Lelemuku, Hotel Isabella, dan Penginapan Irene selama empat hari, dari 16 hingga 19 Juli 2024.
Yaitu sajian istimewa olahan Mie Sagu dari Desa Waraka, Kecamatan Teluk Elpaputih, yang dijadikan sebagai menu makan siang disela-sela sesi pelatihan.
Saat itu, pada hari ketiga, hotel tempat kegiatan menyediakan Mie Sagu Waraka sebagai menu makan siang. Hidangan ini disajikan dalam bentuk cup, dipadukan dengan kuah kaldu ayam, toping daging ayam suwir, bawang goreng, daun sup, dan sambal sebagai pelengkap rasa.
Mie Sagu Waraka tidak hanya dinikmati oleh peserta lokal dari 57 desa, tetapi juga oleh panitia dan pelatih dari Kementerian Desa. Salah satu peserta mengungkapkan kepuasannya dengan menu istimewa ini.
"Kalau hari-hari sebelumnya makannya nasi kotak, hari ini memang istimewa dengan menu Mie Sagu, paling enak," ujarnya.
Produk unggulan ini mendapat perhatian khusus karena telah dilengkapi dengan kemasan menarik dan berbagai perizinan seperti NIB, PIRT, dan sertifikasi halal. Mie Sagu ini merupakan salah satu produk andalan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negeri (BUMNEG) Herepulane Negeri Waraka.
Mie Sagu tidak hanya lezat, tetapi juga kaya akan nutrisi. Sagu mengandung 355 kalori, 85,65% karbohidrat, 5% serat, 0,5 gram protein, dan rendah gula serta lemak.
Dian Mentari Alam, salah satu narasumber dari Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa PDTT Jakarta, mengakui manfaat kesehatan dari mengkonsumsi sagu.
"Ini sangat baik untuk kesehatan dan saya juga sudah membeli produk Mie Sagu, Tepung Sagu, dan Beras Sagu sebagai oleh-oleh untuk dibawa kembali ke Jakarta," tandasnya.
Dengan sajian Mie Sagu Waraka, kegiatan TEKAD di Maluku Tengah tidak hanya memperkenalkan produk unggulan desa, tetapi juga mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat melalui kuliner khas yang kaya manfaat.
Diketahui, kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) tahap kedua yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan ekonomi desa. Pelatihan ini diinisiasi oleh Kementerian Desa PDTT RI melalui Direktorat Pengembangan Produk Unggulan Desa dengan peserta para Kepala Pemerintah Negeri, Kepala BPD, Operator Desa, dan Kader Desa di Kabupaten Maluku Tengah.
Selama pelatihan, setiap desa yang berpartisipasi diminta untuk mempresentasikan produk unggulan mereka dalam sesi kewirausahaan yang dipandu oleh pelatih dari Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Jakarta dan Ambon, serta didampingi oleh Tim Fasilitator Kabupaten TEKAD Maluku Tengah. Mie Sagu dari Desa Waraka menjadi sorotan utama dalam presentasi tersebut.
Penulis : Sadam Tubaka
Editor : Nasru