Oleh : Afrianto Darnis, SP dan Alfian Samsudin (Fasilitator Kecamatan Jailolo Halmahera Barat)
Di usia senja, Bapak Ade Yahya yang sudah berumur 70 Tahun ini, dikenal sebagai salah satu petani kebun (kelapa, cengkeh dan pala) di Desa Bobojiko Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat, hasil dari kebun Pak Ade inilah yang sebelumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, mulai dari kebutuhan makan, anak sekolah dan kebutuhan lainnya. Sejak bergabung dalam Kelompok Penerima Bantuan (KPB) Tohari Laha, melalui fasilitasi Program TEKAD, pola budidaya tanamanpun Pak Adepun mulai berubah, yang awalnya hanya tanaman perkebunan, saat ini telah membudidayakan tanaman hortikultura, aneka sayuran juga tanaman pangan.
Awalnya Bapak Ade Yahya dan anggota KPB lainnya adalah para petani yang minim pengetahuan terkait budidaya hortikultura, namun dengan fasilitasi Program TEKAD dan pendampingan dari Fasilitator dan Kader Desa. Mereka kemudian optimis mencoba untuk mengolah lahan mereka seluas 0,4 Ha dan 0,3 Ha untuk mengembangkan produk holtikultura.
Tahapan Budidaya pun mulai di jalankan oleh Bapak Ade Yahya bersama 4 orang anggota KBP lainnya, mereka tergabung di lahan demplot yang sama, kegiatan budidaya mulai dari kesiapan lahan, pembuatan tempat semai, pengisian tanah di polybag, penyemaian benih hingga pembuatan bedengan, Kegiatan dilanjutkan dengan penyebaran pupuk dasar, pemasangan mulsa (plastik perak), pemindahan bibit, perawatan tanaman (herbisida, fungisida dan insektisida), tidak berhenti di situ pak Ade dkk. juga belajar teknik panen serta pengolahan hasil pasca panen.
Dengan semangat, ketekunan dan keuletan, penanaman pertama di mulai bulan Maret 2023 dengan membudidayakan varietas tomat sebanyak 350 pohon, proses ini langsung didampingi oleh fasilitator kecamatan dan kader desa, proses tanam tidak berjalan mulus, lika-likupun dihadapi, mulai dari munculnya serangan hama dan penyakit, yang pada akhirnya bisa diatasi, akhirnya musim tanam di bulan Juni-pun telah tiba, di panen pertama menghasilkan tomar sebanyak 200 kg dengan harga jual di pasar rakyat Jailolo dan di dalam Desa Bobojiko serta sekitar Desa Pabos 10 ribu rupiah/kg, sehingga total pendapatan yang Pak Ade Yahya peroleh sebesar 2 juta rupiah.
Musim tanam keduapun dimulai dengan membudidayakan tomat Servo F1, semua tahapan budidaya dijalankan, waktu tanam dilakukan di Bulan Juli 2023 dengan menanam sebanyak 400 pohon, yang kemudain pada akhir bulan September 2023 menghasilkan panen sebanyak 300 kg, dengan harga jual Rp.8000/kg , sehingga total pendapatan yang Bapak Ade Yahya peroleh sebesar 2,8 juta rupiah.
Setelah proses panjang budidaya tanaman tomat, kini lahan demplot diolah kembali, dab di bulan Oktober 2023 mulai dilakukan tahapan persiapan penanaman ketiga dengan merotasi varietas tanaman dari sayuran ke tanaman pangan, varietas yang dipiha adalah jagung 2 tongkol yakni varietas Betras sebanyak 5 kg produk dari PT. Bintang Asia Indonesia. Penanaman jagung 2 tongkol di mulai dengan menanam sebanyak 250 benih, sistem tugal dimana perlubang diiisi sebanyak 2 benih yang di tanam di atas mulsa, tahapan budidayapun dijalankan mulai dari kesiapan lahan hingga panen, untuk tanaman jagung 2 tongkol, penanaman hingga pengiringan memakan waktu selama 4 bulan, Hingga tibalah waktu panen di bulan Februari 2024, proses panen dilakukan dengan sistem petik tongkol, selanjutnya biji jagung di lepas dari tongkol secara manual menggunakan tangan yang memakan waktu 2-3 hari, adapun hasil yang di peroleh sebanyak 150 kg harga jual Rp.5000/kg sehingga total pendapatan yang di peroleh sebesar 750 ribu rupiah.
Pada bulan April-Mei 2024 telah dilakukan pembersihan lahan untuk penanaman ke-empat, dengan kembali membudidayakan tanaman jagung 2 tongkol sebanyak 250 benih dengan model tumpang sari dengan tanaman cabai rawit dan cabai keriting sebanyak 300 pohon. Di pertengahan bulan Juni 2024 telah di lakukan penyemaian benih cabai dan direncanakan penanaman jagung 2 tongkol di akhir bulan juni 2024, harapannya kualitas panen kali ini semakin meningkat sehingga demplot KPB Totari Laha dapat menjadi contoh bagi kemlompok tani lain di desa Bobojiko maupun petani di Halmahera Barat lainnya. (fsz-ed)